Majalah Jogja
Beranda Rekreasi Bayar Rp 1 Juta per Siswa, Wali Murid Keberatan

Rekreasi Bayar Rp 1 Juta per Siswa, Wali Murid Keberatan

PASURUAN – MG : Berbagai imbauan maupun perbup sepertinya bagi pejabat di daerah hanya sebatas pengumuman biasa. Buktinya masih ada sekolah yang melakukan tarikan hingga anagka jutaan rupiah. Dalam liburan panjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pekan ini dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah dengan berbagai kegiatan. Termasuk diantaranya SMP Negeri I Pasrepan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Sesuai rencana, para siswa akan mengadakan rekreasi bersama ke pulau Bali. Biaya rekreasi, pihak sekolah mewajibkan setiap siswa harus membayar sebesar Rp 1 juta.
     
Besarnya biaya liburan tersebut, sejumlah wali murid mengaku keberatan. Tapi karena alasan ‘takut’ kalau nanti rapor anaknya ada masalah di kemuadian hari, maka dengan terpaksa orang tua membayar biaya tersebut. Rumor inipun sampai ke telinga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, H Iswahyudi. Dirinya mengaku kaget dan akan segera menindaklanjuti.
    
H Umar Wirohadi SH, Direktur Eksekutif L-Moral (Lembaga Monitoring Nasional), sangat menyayangkan kalau saat ini masih saja ada tarikan kepada siswanya. Umar dengan tegas meminta kepada Kepala SMPN I Pasrepan untuk mengagalkan rencana rekreasi itu kalau di belakangnya ternyata memberatkan wali murid atau para orang tua.
    
Guna mengecek kebenarannya, Direktur Eksekutif L-Moral meminta keterangan kepada beberapa orang tua murid. Intinya, penarikan sebesar itu memang sudah direncakan. Namun kapan pelaksanaannya belum ada kepastian. Kemudian melakukan klarifikasi ke pihak sekolah. Sabtu (14/5), Direktur Eksekutif L-Moral Umar bertemu dengan Kepala Sekolah SMP Negeri I Pasrepan, Ny Hj Ida, di ruang kerjanya.
   
Dalam klarifikasi yang diharapkan mendapat solusi, ternyata justru sebaliknya. Direktur Eksekutif L-Moral Umar mendapatkan respon yang sangat arogan dari Kepala Sekolah Ida. Bahkan Ida dengan sinis mengolok Umar dengan memalingkan muka sambil memiringkan posisi duduknya, secara tersirat Ida mengakui kalau ada penarikan. “Kamu tidak punya anak? Anak kamu tidak pernah rekreasi?” kata Ida dengan keangkuhan.
     
Mendapat pertanyaan balik, karuan saja Umar juga mengaku gerah. “Kok ada kepala sekolah yang diklarifikasi soal tarikan yang dikeluhkan wali murid kok malah bentak-bentak seperti itu,” tanya Umar seakan tidak habis pikir dengan tindakan Kasek seperti itu. Karena Kasek dengan Umar terus bersitegang, tak lama kemudian, beberapa orang guru dan TU dipanggil oleh Kasek.
    
Sebelum itu Kasek sempat memanggil seorang security sekolah untuk mendampinginya. Tak hanya itu, Kasek juga memanggil staf dan guru. Tujuannya supaya memberikan penjelasan terhadap Umar terkait dengan penarikan uang untuk rekreasi itu. Seorang guru dan TU menjelaskannya dengan gamblang.
    
Bahwa, uang tarikan kepada setiap siswa tidak sebesar Rp 1 juta/siswa. Tapi tiap anak diminta membayar sebesar Rp 550 ribu. Itupun tidak semua anak membayar sebesar itu. Pasalnya, sebagian anak masih punya tabungan hingga mencapai Rp 200 ribu/anak. Sehingga bagi yang sudah punya tabungan tinggal membayar kekurangannya Rp 350 ribu saja.
     
Sementara Udik Sudarto, Dewan Pendidikan Diknas Kabupaten Pasuruan, mengatakan, kalau tindakan Kepala SMPN I Pasrepan, Ny Ida, itu tidak patut dicontoh bagi Kasek lainnya. Alasan Udik, mestinya dalam menanggapi munculnya rumor itu tidak harus dengan arogansinya. Tapi seorang wartawan hanya butuh penjelasan gamblang.
    

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan