Majalah Jogja
Beranda
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/majalahjogja.com/wp-content/themes/raylight-redesign-master/inc/single-tags.php on line 294

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/majalahjogja.com/wp-content/themes/raylight-redesign-master/inc/single-tags.php on line 294
Baznas Mojokerto Beri Hibah kepada 16 Warga Kurang Mampu

Baznas Mojokerto Beri Hibah kepada 16 Warga Kurang Mampu

MOJOKERTO – MG : Lagi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto berperan jalankan program Pemkot Mojokerto, untuk ikut serta mengentasi kemiskinan. Ada 16 warga miskin kota mendapat hibah senilai Rp 500 ribu untuk dipakai modal usaha. Bantuan modal itu, diberikan wali kota agar masyarakat dapat produktif utamanya meningkatkan taraf hidupnya.
   
Didampingi Ketua Baznas Kota Mojokerto KH Maksum Maulani, Wali Kota Mas’ud Yunus yang juga pembina Baznas Kota Mojokerto menuturkan bahwa pendistribusian bantuan dari Baznas ini semoga dapat memberikan manfaat bagi warga dalam menjalankan usaha. “Sehingga rizki yang bapak ibu terima akan jadi barakah,” tuturnya (15/09).
    
Masih imbuh wali kota, dana yang diberikan itu merupakan dana yang dihimpun dari infak sejumlah donatur Baznas Kota Mojokerto untuk kemaslahatan umat. Hibah modal ini merupakan pemberian tunai tanpa kewajiban mengembalikan. “Nanti kalau dirasa masih kurang, silahkan mengakses program namanya Pusyar. Pembiayaan usaha syariah yang ada di BPRS Kota Mojokerto. Tanpa bunga, tanpa biaya asuransi dan tanpa biaya administrasi,” urainya.
    
Mengenai Pusyar, sampai bulan ini uang yang beredar sudah mencapai Rp 9 miliar. Para UMKM Kota Mojokerto yang sudah mengakses program itu sudah mencapai 623 orang.
    
“Harapan kami dengan adanya program hibah modal dan Pusyar, warga kota tidak lagi terjerat bank titil yang melakukan praktik rentenir,” harapnya.
    
Wali kota mengkhawatirkan praktik rentenir karena bunganya mencapai 60 persen setahun. “Kalau bapak ibu terjerat rentenir, itu dalam agama disebut riba. Hukumnya haram. Artinya kalau kita makan rizki dari riba itu hukumnya haram. Kalau kita melakukan suatu yang haram, doa kita tidak akan didengar Allah,” sebutnya.
    
Wali kota berharap dengan adanya hibah modal dan Pusyar, rizki yang dimakan warga Kota Mojokerto adalah rizki yang halal. Karena doanya pasti diterima dan nanti kalau dikonsumsi menjadi makanan yang barakah. Rumah tangganya barakah, anaknya pintar-pintar, keluarganya jugha selalu diberi kesehatan.
    
Sementara, acara pemberian bantuan modal itu berlangsung di aula Kantor Baznas Kota Mojokerto. Nantinya, belasan warga tersebut akan memulai usaha antara lain untuk modal berjualan makanan, kue basah, warung nasi dan sebagainya. Salah satunya, seperti Diana Agus Sri, warga Kranggan Kota Mojokerto. Setelah mendapatkan bantuan hibah modal itu dia sangat bersyukur. “Alhamdulillah modal ini akan saya pakai untuk jualan makanan keliling,” katanya dengan berbinar. (Jayak/Adv)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan