Majalah Jogja
Beranda Ada Gas Beracun, Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup Mulai Pukul 02.00 WIB – 12.00 WIB

Ada Gas Beracun, Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup Mulai Pukul 02.00 WIB – 12.00 WIB

Ada Gas Beracun, Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup Mulai Pukul 02.00 WIB – 12.00 WIB
BANYUWANGI – majalahglobal.com :  Destinasi wisata Kawah Ijen masih ditutup untuk pendakian malam hari. Hanya saja, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memajukan lebih awal pembukaan pendakian dari sebelumnya pukul 03.00 menjadi pukul 02.00 WIB.

Penutupan jalur pendakuan saat malam hari itu dikarenakan masih adanya gas beracun yang keluar dari danau kawah akibat dari musim hujan saat ini. Penutupan dilakukan sejak 5 Maret 2017 lalu. Pengumuman itu dipasang di pintu gerbang pendakian Gunung Ijen di Paltuding, Ijen.

Kepala BKSDA Seksi Banyuwangi, Sumpena, dalam siaran persnya yang dikirim ke sejumlah media disebutkan, pembukaan lebih awal pendakian itu didasarkan hasil pengukuran suhu air permukaan Kawah Ijen yang dilakukan bersama vulkanologi pada 20 April 2017.

“Sesuai hasil pengukuran saat itu, suhu air permukaan  Kawah Ijen tercatat 43 derajat celcius. Dan, persetujuan dari vulkanologi (kondisi Kawah Ijen dinilai semakin stabil), terhitung sejak tanggal 24 April 2017 kunjungan di TWA Kawah Ijen dibuka mulai pukul 02.00 sampai pukul 12.00 WIB setiap harinya, radius aman kunjungan 1 kilometer dan pengunjung dilarang turun ke dasar kawah,” katanya, Selasa (25/4).

Masih diberlakukannya pembatasan jalur pendakian menuju Kawah Ijen membuat banyak wisatawan belum bisa menikmati fenomena blue fire yang cantik akibat masih keluarnya gas beracun dari danau kawah.

Peningktkan suhu air kawah juga membuat air kawah mengeluarkan beberapa letusan kecil yang mengandung gas beracun Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Dioksida (CO2) dan Asam Sulfat (H2S).

Sementara, wisatawan yang gagal mendaki akhirnya harus puas menikmati segarnya oksigen di pos pembarangkatan Paltuding. Tak hanya itu, banyak pula yang mendirikan tenda dan camping di lapangan lapangan Paltuding, sembari menunggu waktu pembukaan gerbang menuju Kawah Ijen. (Agung)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan