Majalah Jogja
Beranda
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/majalahjogja.com/wp-content/themes/raylight-redesign-master/inc/single-tags.php on line 294

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/majalahjogja.com/wp-content/themes/raylight-redesign-master/inc/single-tags.php on line 294
Penghargaan KALPATARU Diberikan Kepada Nelayan Pengelola Bangsring Underwater

Penghargaan KALPATARU Diberikan Kepada Nelayan Pengelola Bangsring Underwater

BANYUWANGI – majalahglobal.com : Penghargaan KALPATARU diserahkan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Ketua Kelompok Nelayan Ikhwan Arief pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 di Gedung Mandala Wanabakti Jakarta (2/8). Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Penghargaan KALPATARU ini diberikan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, yang mengelola destinasi wisata “Bangsring Underwater” dalam Kategori Penyelamat Lingkungan.
Sesaat setelah menerima penghargaan Ikhwan mengatakan, “Kami sangat bersyukur, langkah yang kami lakukan mendapatkan apresiasi dari Presiden. Ini jadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan yang terbaik.”
“Kami mengubah perilaku dalam menangkap ikan, tadinya menggunakan potassium atau bom ikan menjadi lebih ramah lingkungan. Awalnya banyak yang menentang, tapi kami tidak menyerah. Kami juga menetapkan area konservasi laut seluas 15 KM di mana di area ini tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan. Sekarang setiap bulan wisatawan yang datang sebanyak 30 – 70 ribu orang. Sehingga dengan otomatis, pendapatan nelayan meningkat karena mendapatkan dua penghasilan, baik dari menangkap ikan di laut maupun wisata,” tambahnya.
Kelompok Nelayan Samudra Bakti telah menjadi pelopor dalam konvervasi laut. Kelompok nelayan ini memperbaiki ekosistem laut dengan mengubah perilaku dan budaya tangkap ikan para nelayan. Saat ini, kawasan perairan Pantai Bangsring yang menjadi basis kelompok nelayan itu telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Banyuwangi. 
Dan pada 2014, mereka mendapatkan bantuan rumah apung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Rumah Apung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Di rumah apung tersebut, para wisatawan bisa diving, snorkeling, atau sekedar bermain dengan ikan-ikan hias yang ada di sana. Nelayan setempat juga menyewakan perahu bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Tabuhan, sebuah pulau tak berpenghuni yang menawarkan pasir putih bersih dengan kekayaan biota laut yang menawan.
Pemkab Banyuwangi pun mendukung penuh pengembangan destinasi wisata “Bangsring Underwater”. Promosi-promosi dilakukan, termasuk melalui festival. Tamu-tamu kehormatan dari ketua Mahkamah Agung, menteri, anggota DPR, hingga kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia diajak mengunjungi destinasi tersebut. Infrastruktur akses ke lokasi juga akan dibenahi secara bertahap.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turut hadir dalam acara pemberian penghargaan. Anas berterima kasih kepada para nelayan yang telah memberikan sumbangsih nyata terhadap masyarakat Banyuwangi. 
Anas menambahkan, “Ini adalah bentuk partisipasi rakyat dalam memajukan daerah. Apalah arti pemerintah tanpa peran masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama berkontribusi bagi Banyuwangi.”
Penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan diberikan kepada kelompok masyarakat baik formal maupun informal yang berhasil melakukan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan. (Andi)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan