Majalah Jogja
Beranda
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/majalahjogja.com/wp-content/themes/raylight-redesign-master/inc/single-tags.php on line 294

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/majalahjogja.com/wp-content/themes/raylight-redesign-master/inc/single-tags.php on line 294
Wabup Mojokerto Minta ASN Tak Alergi Kritik Masyarakat

Wabup Mojokerto Minta ASN Tak Alergi Kritik Masyarakat

Mojokerto – majalahglobal.com : Mampu mengintegrasikan dan mengarahkan seluruh SDM pegawai, sertacakap dalam berinovasi sangat diperlukan bagi seorang pejabat struktural. Hal ini ditekankan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada upacara penutupan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV AngkatanVI Tahun 2019, Jumat (28/6) sore di Pendopo Graha Maja Tama.

“Tantangan sektor publik makin besar. Seorang pejabat struktural harus punya kemampuan manajerial dan dapat mengarahkan seluruh sumber daya pegawai. Diklatpim tidak saja menjadwalkan dan menghitung jam pembelajaran, tapi juga membangun alur pikir dan pemahaman. Ini agar peserta mampu menjalankan tugas, dan terus berinovasi baik bertugas atau menjalankan fungsi jabatannya,” pesan wabup kepadapara 40 orang peserta diklatpim.

Wabup Pungkasiadi juga meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat. Menurutnya hal tersebut, bisa diatasi dengan memberi respon cepat dan memberi informasi yang benar.

“ASN jangan menutup diri terhadap kritik masyarakat. Jangan alergi. Itu semua bisa diatasi, asal direspon dengan cepat dengan memberi informasi yang benar dalam melayani masyarakat. Maka pejabat struktural harus mampu menjabarkan kebijakan pimpinan, dan menangkap keinginan masyarakat sesuai tupoksi dan kapasitas masing-masing,” tambahnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinis Jawa Timur Sucipto, hadir dalam acara ini dan menekankan pada para peserta diklat, agar menjadi pemimpin yang transformatif, terus berinovasi bagi masyarakat, mewujudkan pemerintahan kelas dunia tahun 2024.

“Dengan adanya industri 4.0, ada tantangan perubahan inovasi yang sangat besar dan mau tidak mau harus dijalankan dengan basis IT. Disini kita bisa lihat pentingnya kolaborasi dan networking, yang sudah diajarkan di diklatpim ini. Tahun 2024 harus tercapai pemerintahan kelas dunia,” kata Sucipto.

Sucipto juga berpesan agar ASN yang sudah didiklat, untuk menghilangkan mindset ketidakmungkinan terhadap perubahan inovasi. ASN harus percaya dengan perubahan, mampu bekerja sama, dan melayani masyarakat.

Hadir mendampingi wabup dalam acara ini Sekdakab Herry Suwito, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso, serta OPD terkait. (Jayak)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan